Selasa, 18 Agustus 2009

17 Agustus 2009 , Hari Yang Buruk?

hari17 Agustus 2009 adalah hari terakhir aku upacara .Harapanku itu menjadi upacara yang khidmat tapi teman-temanku brengsek semua . Mereka malah rame sendiri di belakang membuatku terhanyut suasana. Aku harap dapat tempat di depan supaya aku terkonsentrasi pada upacara. di belakang aku ikut ketawa ma mereka padahal hatiku menangis (sok dramatis) .Tapi aku gag dapat tempat di depan.
Lalu di upacara gag ada pembacan Pancasila padahal itu dasar negara. Panghilangan bagian itu sama saja artinya pelunturan rasa nasionalisme yang akhirnya manusia Indonesia lupa akan tanah airnya.Apa2an itu??????????
kemudian aku ma temenku disuruh bantu bawain katering buat paskib-nya tapi temenku ngloyor pura-pura tak tahu karna dia gitu ya kukira emang bukan kami. Lalu aku sadar yang diminta bantu itu kita , lalu aku tanya temenku ," lho kita kok nggak bantu?"
Dia bilang," bukan buat kita dan itu bukan urusan kita.ngapain bantu!"
pikiranku berkecamuk dalam hati berkata,'apa susahnya bantu orang. toh cuma ngangkat makanan aja susah.apa ini potret anak muda zaman sekarang'. aku yang telat nyadar kalo dimintain bantuan nyesel banget seharusnya aku bisa bantu tapi hanya karna teman brengsek itu aku jadi nggak nyadar kalo kami yang dimintain bantuan.
Itu kejadian yang membuat hari kemerdekaan menjadi buruk dan upacara terakhirku yang buruk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar